Postingan

TANDA KEMATIAN

Gambar
Tanda-tanda kematian dari 100 hari menjelang ajal hingga seterusnya diyakini sebagai isyarat spiritual yang diberikan Allah kepada hamba-Nya agar lebih bersiap diri sebagaimana banyak di rujukkan dari pemaparan Imam Al-Ghazali, Isyarat fisik dan spiritual ini umumnya berpusat atau terasa setelah waktu ashar. Berikut ini adalah urutan kronologis tanda-tanda tersebut dari 100 hingga menjelang sakaratul maut : 1.) Tanda 100 hari sebelum kematian Tubuh menggigil hebat : seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki terasa bergetar atau kedinginan secara mendadak. Waktu terjadinya : umumnya isyarat atau getaran ini dirasakan setelah waktu ashar. Makna spiritual : Isyarat awal bahwa waktu di dunia sdh mulai menyusut namun tanda ini kerap tidak di sadari oleh mereka yang terlalu terlena urusan duniawi. 2.) Tanda 40 hari sebelum kematian Denyutan di pusar : bagian pusar atau perut bagian atas terasa berdenyut atau berdetak kencang, mirip seperti detak jantung. Telinga berdenging : daun tel...

Kisah Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani Diuji dengan Hutang

Gambar
Suatu ketika, sebelum kemasyhuran nama Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani Q.S. tersebar ke seluruh penjuru Baghdad, beliau diuji Allah dengan ujian yang berat: lilitan hutang yang menggunung. 1. Datangnya Ujian   Pada masa mudanya, Syekh Abdul Qodir hidup dalam kezuhudan dan kefakiran. Beliau sering berhari-hari tidak makan, mengganjal perut dengan batu. Suatu saat, beliau harus menanggung nafkah para santrinya yang datang dari berbagai negeri untuk menuntut ilmu. Sementara itu, tidak ada sepeser pun harta di tangannya.  Demi menjaga kehormatan para penuntut ilmu, beliau terpaksa berhutang kepada beberapa pedagang di pasar Baghdad. Hari demi hari, hutang itu bertambah. Para pedagang mulai menagih, sebagian dengan lembut, sebagian dengan kasar. Jumlahnya mencapai puluhan dinar emas — jumlah yang mustahil bagi seorang zahid yang hanya berbaju wol kasar. 2. Kesabaran di Tengah Tekanan   Setiap pagi, para penagih hutang berdiri di depan pondok beliau. Namun Syekh tidak pe...

KISAH WALI SUFI, YANG BACAAN SURAT AL-FATIHAHNYA TIDAK FASIH. TAPI SINGA PUN TUNDUK PADANYA

Gambar
  KISAH WALI SUFI, YANG BACAAN  SURAT AL-FATIHAHNYA TIDAK FASIH. TAPI SINGA PUN TUNDUK PADANYA Diriwayatkan ada seorang sufi yang maqomnya setingkat wali, bernama Syaikh Abu Said Abul Khoir.  Beliau dikaruniai banyak Karomah dari Allah SWT, walau bacaan ayat-ayat Al-Qur'an beliau sangat tidak fasih.  Alkisah, pada suatu hari ada ustadz muda, yang ingin sekali berguru kepada sufi tersebut, perjalanan yang memakan waktu berminggu lamanya dilalui oleh ustadz muda tersebut demi menuju rumah sang sufi yang kebetulan terletak di tengah gurun padang pasir. Akhirnya sampailah ustadz muda tersebut di rumah sang syeh tersebut. Syekh Abul Khoir sedang mengaji. Pada waktu sang syekh membaca surat Al- Fatihah, pada saat itulah sang ustadz muda kurang puas terhadap bacaan al-fatihahnya syekh Abul Khoir,  yang menurut ustadz muda tersebut kurang pas makhroj bacaan Al-Qur'an.  "Bagaimana mungkin ia seorang sufi, sedangkan bacaan Al-Fatihahnya saja tidak fasih ", gumam usta...

3 Potret Kesabaran

Gambar
  Kesabaran sering dipahami sebagai kemampuan bertahan menghadapi kesulitan. Padahal hakikat sabar jauh lebih dalam daripada sekadar menahan diri. Ia adalah cara seseorang menjaga hati agar tetap tenang, menjaga lisan agar tidak tergelincir, dan menjaga jiwanya agar tidak kehilangan adab di hadapan Allah maupun sesama manusia. Kesabaran bukan hanya tentang bagaimana kita menghadapi musibah, tetapi juga tentang bagaimana kita membawa diri ketika musibah itu datang. Salah satu bentuk kesabaran adalah tidak menjadikan setiap penderitaan sebagai bahan untuk mencari belas kasihan manusia. Bukan berarti seseorang tidak boleh meminta pertolongan, berkonsultasi, atau berbagi cerita kepada orang yang dipercaya. Semua itu bisa menjadi bagian dari ikhtiar yang baik. Namun berbeda halnya jika setiap kesulitan selalu diumbar demi memperoleh simpati atau pengakuan. Ada kemuliaan dalam menjaga sebagian luka tetap menjadi rahasia antara diri kita dan Allah. Sebab tidak semua penderitaan harus dike...

Sadar Oleh Ucapan atau Ujian

Gambar
  Tidak semua pelajaran dalam hidup datang melalui kata-kata. Ada nasihat yang kita dengar berulang kali, tetapi hanya singgah di telinga tanpa pernah benar-benar menyentuh hati. Kita mengetahui mana yang benar, namun belum tentu bersedia menjalaninya. Karena itulah, terkadang Allah mendidik hamba-Nya bukan hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui pengalaman. Ada pelajaran yang baru benar-benar dipahami setelah seseorang merasakan sendiri pahitnya kehilangan, kegagalan, atau musibah. Musibah sering membuat manusia berhenti sejenak dari kesibukan dunia yang selama ini menyibukkannya. Ketika segala sesuatu berjalan lancar, kita mudah merasa kuat, merasa cukup, bahkan merasa tidak terlalu membutuhkan pertolongan Allah. Namun saat ujian datang, barulah kita menyadari betapa rapuhnya diri ini. Hal-hal yang dulu kita banggakan ternyata tidak selalu mampu menyelamatkan kita. Dari situlah lahir kesadaran bahwa dunia memang bukan tempat untuk menggantungkan seluruh harapan. Namun bukan be...

Gelisah & Syukur

Gambar
  Kegelisahan sering kali lahir bukan karena kehidupan terlalu sempit, melainkan karena manusia terus membandingkan anugerah yang dimilikinya dengan apa yang berada di tangan orang lain. Perbandingan itu menciptakan jarak antara kenyataan dan harapan, lalu mengubah rasa syukur menjadi keluhan yang tak pernah menemukan akhir. Padahal, setiap manusia hadir dengan perjalanan yang tidak dapat dipertukarkan. Apa yang melekat pada diri seseorang bukanlah kesalahan yang harus disesali, melainkan titik awal untuk mengenali hikmah yang telah digariskan. Setiap kemampuan memiliki medan pengabdiannya, setiap keterbatasan menyimpan pelajaran tentang kerendahan hati, dan setiap keadaan mengandung kesempatan untuk bertumbuh. Tidak ada kehidupan yang sepenuhnya kosong dari makna selama hati masih mampu memandangnya dengan jernih. Kedamaian bukan hadiah yang datang setelah semua keinginan terpenuhi. Ia tumbuh ketika seseorang berhenti mempersoalkan apa yang tidak diberikan, lalu memusatkan perhati...

KEYAKINAN & MUNAFIK

Gambar
  Jangan menunggu batin menjadi sempurna untuk menghadap Sang Pencipta. Manusia adalah makhluk yang senantiasa berubah; hari ini penuh keyakinan, esok diliputi keraguan. Ada saat ketika lisan terasa ringan mengucapkan doa, tetapi hati berjalan tertatih mengikuti kata-kata yang diucapkan. Keadaan itu bukan alasan untuk memutus jalan menuju-Nya. Doa bukan sekadar cermin dari keadaan jiwa, melainkan juga jalan yang perlahan membentuk jiwa itu sendiri. Sebagaimana setetes air mampu mengikis batu yang keras karena ketekunan, demikian pula pengulangan doa dapat melunakkan hati yang lama membeku. Bukan kesempurnaan yang membuka pintu rahmat, melainkan kesediaan untuk terus datang meski merasa tidak pantas. Kesadaran akan kelemahan justru merupakan awal dari kerendahan hati. Seseorang yang mengetahui rapuhnya dirinya lebih mudah memahami bahwa harapan tidak bertumpu pada kemampuan manusia, melainkan pada keluasan kasih yang melampaui segala kekurangan. Dalam pengakuan akan keterbatasan, te...

IBLIS & IKHLAS

Gambar
  Kamu mungkin membayangkan orang yang paling aman dari godaan setan adalah orang yang paling banyak ibadahnya. Yang shalatnya tidak pernah bolong. Yang hidupnya terlihat lurus dari luar.Tapi Al-Qur'an menggambarkan sesuatu yang berbeda. Ada satu kondisi di mana setan benar-benar menyerah. Bukan karena orang itu sempurna. Bukan karena tidak pernah jatuh. Tapi karena ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat setan tahu, ia tidak akan berhasil di sana. Dan kondisi itu bukan yang selama ini kamu bayangkan.Sejak awal, setan sudah mengumumkan strateginya sendiri. Dengan jelas. Di hadapan Allah. "Iblis berkata: 'Demi kemuliaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka." - QS. Shad: 82-83 Perhatikan kata yang ia gunakan. la tidak berkata, kecuali yang paling banyak shalatnya. la tidak berkata, kecuali yang tidak pernah berdosa. la tidak berkata, yang paling alim. Tetapi la berkata, kecuali yang ikhlas. Satu kata. Tapi bagi set...

Kotoran Qolbu

Gambar
 Ada kotoran yang tidak terlihat oleh mata, tidak menempel pada pakaian, tidak mengotori tangan, dan tidak meninggalkan bekas di wajah. Namun justru kotoran itulah yang paling berbahaya, karena berdiam di dalam hati. Banyak orang begitu sibuk membersihkan penampilan, menjaga citra, memperbaiki reputasi, dan menunjukkan kesalehan di hadapan manusia, tetapi lupa menengok ruang terdalam dalam dirinya. Padahal hati yang dipenuhi perasaan lebih mulia dari orang lain adalah tempat yang sangat sulit ditembus cahaya kebenaran. Semakin seseorang merasa dirinya lebih baik, semakin sulit ia melihat kekurangan dirinya sendiri. Ia seperti berdiri di depan cermin yang tertutup debu kesombongan sehingga yang terlihat hanyalah bayangan yang ia sukai. Di tengah kehidupan sosial, penyakit ini sering tumbuh tanpa disadari. Kita hidup dalam budaya perbandingan. Media sosial mengajarkan siapa yang lebih sukses, lingkungan mengajarkan siapa yang lebih terpandang, dan ego diam-diam mengumpulkan alasan un...

Jika hati yang kau sakiti itu Kekasih Allah

Gambar
Ada luka yang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi sangat jelas di hadapan langit. Luka yang tidak diumbar, tidak diceritakan, bahkan terkadang disembunyikan di balik senyum dan diam seseorang. Banyak manusia merasa aman setelah menyakiti orang lain hanya karena tidak melihat balasan langsung. Mereka lupa bahwa tidak semua kesedihan dibalas oleh manusia. Ada hati-hati yang menangis diam-diam dalam sunyi, lalu membawa lukanya kepada Tuhan tanpa satu kata pun kepada dunia. Kalimat itu terasa begitu dalam karena ia mengingatkan manusia pada sesuatu yang sering dilupakan saat ego sedang tinggi. Bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu siapa orang yang sedang kita sakiti. Bisa jadi orang itu adalah seseorang yang sangat dicintai Allah. Seseorang yang do'anya sederhana tetapi tulus. Seseorang yang hidupnya mungkin biasa di mata manusia, tetapi sangat mulia di sisi Tuhan karena kesabarannya, ketulusannya, atau hatinya yang bersih. Dan betapa mengerikannya jika tanpa sadar kita menja...

MURID & ULAMA

Gambar
Fatwa dari Imam al-Ghazali ini adalah sebuah peringatan mengenai bahaya lisan bagi para penuntut ilmu dan ulama. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, beliau menguraikan bahwa godaan ini muncul karena beberapa alasan mendalam: • Perangkap Rasa Bangga (Ujub) Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa berbicara sering kali menjadi sarana untuk menonjolkan diri. Orang berilmu merasa senang saat orang lain kagum pada pengetahuannya. Dengan berbicara, ia merasa sedang "memberi," yang secara psikologis menempatkan dirinya di posisi yang lebih tinggi daripada pendengarnya. • Keinginan untuk Menang (Mumarah) Godaan terbesar lainnya adalah keinginan untuk mendebat. Al-Ghazali menyoroti bahwa banyak orang berilmu lebih sibuk menyusun argumen saat orang lain bicara, bukannya menyerap informasi. Fokusnya bukan lagi mencari kebenaran, melainkan menjatuhkan lawan bicara agar terlihat lebih pintar. • Merasa Sudah Cukup (Istighna) Ada penyakit hati di mana seseorang merasa sudah tahu segalany...

PASANGAN & MASA LALU

11 Maret 2026 Oleh: ALR Memiliki pasangan ialah anugrah yang paling besar, Tiada yang terindah selain dri pada anugrah itu. Umumnya setelah memiliki di budayakan merawat & menjaga, di harus saling mengerti & memahami. Bahkan dri pda itu menjaga sikap & ucap agar tak melukai.  Jika yang pasangan kau miliki saat ini  Pernah melalui hal yang sangat berat di masa sebelumnya. Cukup peluk erat & berat dirinya, tak perlu kau tanyakan masa lal unya, cukup buktikan bahwa memilih mu ialah kebenaran terbaik yang pernah ada. Teruntuk seorang yang pernah menggores luka pada lenggannya. Percayalah, luka bersimbah darah sudah tak berarti lagi bagi dirinya. Baginya dunia ini sudah tak begitu menarik lagi untuk di kecup & kecap manisnya. Karna ia sudah menyaksikan nerakanya dunia dalam penderitaan yang ia lalui. S emua terasa hambar, terasa gelap tanpa arti yang ada dalam hati. Sampai sosok itu datang membawa arti. Semua ini bukan tentang siapa paling dalam merasakan lara....

Kenapa Maryam Disuruh Menggoyang Pohon Kurma?

Gambar
  Kenapa Maryam Disuruh Menggoyang Pohon Kurma? Maryam sendirian. Tidak ada bidan. Tidak ada keluarga. Hanya rasa sakit yang datang berombak, dan ketakutan yang menekan dada. Ia pasrah. Bahkan sempat mengaduh, berharap mati saja. Di saat tubuhnya hampir menyerah, Allah berbicara kepadanya— bukan dengan janji keajaiban instan, tetapi dengan sebuah perintah yang terasa ganjil: وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “Goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya ia menjatuhkan kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam [19]: 25) Seorang perempuan yang sedang melahirkan, lemah dan kesakitan, diminta menggoyang pangkal pohon kurma. Padahal kita tahu: itu pohon besar. Tak mungkin tumbang oleh tenaga manusia, apalagi oleh seorang perempuan yang hampir mati. Bukankah Allah Mahakuasa? Kurma itu bisa saja jatuh tanpa digoyang. Bisa saja hadir tanpa pohon. Bisa saja datang tanpa usaha. Namun Allah tidak memilih cara itu. Maryam tetap menggoyang. Ia t...

Siapakah Lukman al Hakim

Gambar
 📖Lukman al-Hakim      Pada suatu masa, Lukman al-Hakim diperintahkan oleh tuannya untuk menyembelih seekor kambing. Setelah kambing itu disembelih, tuannya berkata, "Wahai, Lukman. Kau ambillah bagian terbaik dari daging kambing itu untukmu."     Tanpa ragu, Lukman memilih hati dan lidah, lalu menyerahkan hasil sembelihannya.     Tuannya memandang heran, sebab masih banyak bagian daging lain yang tampak bisa saja lebih lezat dan berharga, namun Lukman hanya membawa dua bagian itu.      ***   Beberapa waktu kemudian, perintah serupa kembali datang. Setelah kambing itu disembelih, dipotong-potong. Kali ini tuannya meminta agar Lukman membawa dua bagian terburuk dari kambing yang disembelihnya.     "Wahai, Lukman. Untuk kali ini, kau ambillah bagian yang terburuk dari daging itu."     Lukman pun kembali memilih bagian yang sama, yaitu hati dan lidah. Keheranan tuannya semakin besar, karena apa yang dianggap t...

Kisah Mengapa Rasululla Mentalaq Hafsah

Gambar
 Di kisahkan dalam hidup Nabi Muhammad, beliau pernah men Talaq istrinya yaitu Hafshah binti Umar yaitu putri dari sahabat Nabi sendiri Umar bin Khattab.  Salah satu penyebab nya dan di katakan oleh para ulama karna sayyidah Hafshah punya sifat atau karakter Al unfu wal ghidhoh yaitu perempuan yang punya sifat tegas dan keras seperti mewarisi sifat ayah nya Umar yang tegas dan keras juga.  Pada suatu hari Mariah Al qibtiyah salah satu istri nabi yang lain, mendatangi Rosul ketika beliau di rumah Hafshah.  Saat itu hafsah sedang pergi mengunjungi ayah nya, ketika hafsah kembali pulang dan mengetahui ada mariah di rumahnya, ia pun marah karna cemburu.  Kemudian Rasulullah meminta maaf dan membujuk Hafsah agar merahasiakan nya kepada istri yang lain.  Namun karna rasa cemburunya Hafshah yang besar,lalu ia menceritakan nya kepada Aisyah. Hingga berita itupun menyebar kepada istri istri Rasul yang lain.  Mengetahui Hafshah yang tidak menjaga amanah dari Ras...

Nabi Yusuf AS - Kesedihan Karena Dikhianati

Gambar
  Nabi Yusuf AS - Kesedihan Karena Dikhianati Di dasar sumur yang gelap dan dingin itu, Nabi Yusuf AS duduk sendirian. Tubuhnya gemetar, bukan hanya karena dinginnya batu-batu lembap, tetapi karena hatinya hancur oleh pengkhianatan yang tak pernah ia bayangkan datang dari darah dagingnya sendiri. Beberapa saat lalu, mereka masih memanggilnya adik. Beberapa saat lalu, ia masih berjalan bersama mereka dengan harapan dan kepercayaan penuh. Namun kini, suara tawa dan langkah kaki para saudaranya menjauh, meninggalkannya di kedalaman sumur—seolah hidupnya tak lagi berharga. Air matanya jatuh satu per satu, membasahi tanah. Bukan karena takut mati, tetapi karena sakitnya dikhianati oleh orang yang paling ia cintai. Ia teringat wajah ayahnya, Nabi Ya’qub AS—pelukan hangat yang kini terasa begitu jauh. “Wahai Ayah…,” bisiknya lirih, “jika Engkau tahu betapa sepinya aku di sini…” Di atas sana, cahaya hanya masuk sedikit, memperlihatkan bayangan para saudaranya yang berdiri tanpa belas kasih...

Abu Dzar Al-Ghifari: Kejujuran yang Diteriakkan di Tengah Ancaman

Gambar
  Abu Dzar Al-Ghifari: Kejujuran yang Diteriakkan di Tengah Ancaman Di antara orang-orang yang paling awal memeluk Islam (as-sābiqūnal awwalūn) adalah sahabat mulia Abu Dzar al-Ghifari ra. Ia berasal dari bangsa Arab pedalaman, dikenal fasih dalam berbahasa, lugas dalam berbicara, dan manis tutur katanya. Ketika sampai kepadanya kabar bahwa Muhammad ﷺ telah diutus sebagai Rasul Allah ﷻ, Abu Dzar diliputi rasa ingin tahu yang besar. Ia berkata kepada saudara laki-lakinya, “Naikilah kendaraanmu dan pergilah ke lembah itu. Cari tahu tentang seorang laki-laki yang mengaku sebagai nabi yang menerima wahyu dari langit. Dengarkan ucapannya, lalu ceritakan semuanya kepadaku.” Saudaranya pun berangkat menuju Makkah. Ia mendengar langsung perkataan Rasulullah ﷺ, lalu kembali kepada Abu Dzar dan berkata, “Aku melihatnya menyeru manusia kepada akhlak yang mulia, dan ucapannya bukanlah syair.” Namun Abu Dzar menjawab, “Aku masih belum puas dengan penjelasanmu.” Maka Abu Dzar pun mempersiapkan b...

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN - Kisah Wali

Gambar
Ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini. Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka : “Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya. “Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya. “Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?” “Tidak satupun” Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?” Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu. “Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan selu...

Rahmat & Kebencian - Kisah Rasulullah

Gambar
Ketika Rahmat Lebih Besar Dari Kebencian Madinah hari itu tidak sepenuhnya berduka. Kabar wafatnya Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik yang paling sering menyakiti Rasulullah-menyebar cepat. Sebagian orang menarik napas lega. Lidah-lidah berbisik, "Akhirnya ia pergi." Tidak sedikit yang berharap jenazahnya dilewati tanpa doa, tanpa penghormatan. Abdullah bin Ubay bukan orang biasa. Dialah yang paling sering memecah barisan kaum Muslimin, menebar fitnah, dan melukai hati Rasulullah dengan kata-kata yang kejam. Dari dialah bermula banyak luka dalam sejarah Madinah. Namun ketika nyawanya benar-benar pergi, sesuatu yang tak disangka justru terjadi. Rasulullah berdiri. Beliau mendatangi jenazah itu. Bukan dengan wajah puas, bukan pula dengan dendam yang akhirnya terbalas. Hati Nabi tidak diciptakan untuk bersorak di atas keburukan orang lain. Ketika anak Abdullah bin Ubay datang meminta agar ayahnya dishalati, Rasulullah tidak menolak. Bahkan beliau meminta kain ka...

TIKAI & GEMURUH

Oleh: ALR, Jaya Bhakti 26 Nov 2024 Di kepalamu ada mendung Di pikiran ku hnya ada tanya ada apa? Kita bertikai di balik badainya isi kepala Tapi masih saja berharap berdamai dgn tawa Bagaikan kayu pondasi yang hendak runtuh Kita yang saling menguatkan  Sebenarnya malah saling melemahkan. Yang harusnya berdua sama-sama harus saling menguatkan Dalam berucap & bersikap. Malah terlalu saling dgn egoisme masing-masing tanpa mau saling menerima. Gemuruh cuaca mu masih saja melanda Pada diriku yang menjadi penghuninya Sampah sampah emosi & tak trima kenyataan kian bertebrangan dgn ucapan yang tak sewajarnya. Tutup mulut ku dalam Diam Yang menunggu jedanya dirimu berkata Luapkan saja. Asalkan tak ada benci & dendam yang membara, agar dirimu tak malah sengsara. Smua sepi menghening & tersisa degup angin Aku hnya berkata sabar & trima keadaanya. Kita hanyaLah penumpang dalam prahunya, Esok mau seprti apa juga tak bisa di terka, tapi yang perlu menjadi makna ...