Postingan

Jika hati yang kau sakiti itu Kekasih Allah

Gambar
Ada luka yang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi sangat jelas di hadapan langit. Luka yang tidak diumbar, tidak diceritakan, bahkan terkadang disembunyikan di balik senyum dan diam seseorang. Banyak manusia merasa aman setelah menyakiti orang lain hanya karena tidak melihat balasan langsung. Mereka lupa bahwa tidak semua kesedihan dibalas oleh manusia. Ada hati-hati yang menangis diam-diam dalam sunyi, lalu membawa lukanya kepada Tuhan tanpa satu kata pun kepada dunia. Kalimat itu terasa begitu dalam karena ia mengingatkan manusia pada sesuatu yang sering dilupakan saat ego sedang tinggi. Bahwa kita tidak pernah benar-benar tahu siapa orang yang sedang kita sakiti. Bisa jadi orang itu adalah seseorang yang sangat dicintai Allah. Seseorang yang do'anya sederhana tetapi tulus. Seseorang yang hidupnya mungkin biasa di mata manusia, tetapi sangat mulia di sisi Tuhan karena kesabarannya, ketulusannya, atau hatinya yang bersih. Dan betapa mengerikannya jika tanpa sadar kita menja...

MURID & ULAMA

Gambar
Fatwa dari Imam al-Ghazali ini adalah sebuah peringatan mengenai bahaya lisan bagi para penuntut ilmu dan ulama. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, beliau menguraikan bahwa godaan ini muncul karena beberapa alasan mendalam: • Perangkap Rasa Bangga (Ujub) Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa berbicara sering kali menjadi sarana untuk menonjolkan diri. Orang berilmu merasa senang saat orang lain kagum pada pengetahuannya. Dengan berbicara, ia merasa sedang "memberi," yang secara psikologis menempatkan dirinya di posisi yang lebih tinggi daripada pendengarnya. • Keinginan untuk Menang (Mumarah) Godaan terbesar lainnya adalah keinginan untuk mendebat. Al-Ghazali menyoroti bahwa banyak orang berilmu lebih sibuk menyusun argumen saat orang lain bicara, bukannya menyerap informasi. Fokusnya bukan lagi mencari kebenaran, melainkan menjatuhkan lawan bicara agar terlihat lebih pintar. • Merasa Sudah Cukup (Istighna) Ada penyakit hati di mana seseorang merasa sudah tahu segalany...

PASANGAN & MASA LALU

11 Maret 2026 Oleh: ALR Memiliki pasangan ialah anugrah yang paling besar, Tiada yang terindah selain dri pada anugrah itu. Umumnya setelah memiliki di budayakan merawat & menjaga, di harus saling mengerti & memahami. Bahkan dri pda itu menjaga sikap & ucap agar tak melukai.  Jika yang pasangan kau miliki saat ini  Pernah melalui hal yang sangat berat di masa sebelumnya. Cukup peluk erat & berat dirinya, tak perlu kau tanyakan masa lal unya, cukup buktikan bahwa memilih mu ialah kebenaran terbaik yang pernah ada. Teruntuk seorang yang pernah menggores luka pada lenggannya. Percayalah, luka bersimbah darah sudah tak berarti lagi bagi dirinya. Baginya dunia ini sudah tak begitu menarik lagi untuk di kecup & kecap manisnya. Karna ia sudah menyaksikan nerakanya dunia dalam penderitaan yang ia lalui. S emua terasa hambar, terasa gelap tanpa arti yang ada dalam hati. Sampai sosok itu datang membawa arti. Semua ini bukan tentang siapa paling dalam merasakan lara....

Kenapa Maryam Disuruh Menggoyang Pohon Kurma?

Gambar
  Kenapa Maryam Disuruh Menggoyang Pohon Kurma? Maryam sendirian. Tidak ada bidan. Tidak ada keluarga. Hanya rasa sakit yang datang berombak, dan ketakutan yang menekan dada. Ia pasrah. Bahkan sempat mengaduh, berharap mati saja. Di saat tubuhnya hampir menyerah, Allah berbicara kepadanya— bukan dengan janji keajaiban instan, tetapi dengan sebuah perintah yang terasa ganjil: وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا “Goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya ia menjatuhkan kurma yang masak kepadamu.” (QS. Maryam [19]: 25) Seorang perempuan yang sedang melahirkan, lemah dan kesakitan, diminta menggoyang pangkal pohon kurma. Padahal kita tahu: itu pohon besar. Tak mungkin tumbang oleh tenaga manusia, apalagi oleh seorang perempuan yang hampir mati. Bukankah Allah Mahakuasa? Kurma itu bisa saja jatuh tanpa digoyang. Bisa saja hadir tanpa pohon. Bisa saja datang tanpa usaha. Namun Allah tidak memilih cara itu. Maryam tetap menggoyang. Ia t...

Siapakah Lukman al Hakim

Gambar
 📖Lukman al-Hakim      Pada suatu masa, Lukman al-Hakim diperintahkan oleh tuannya untuk menyembelih seekor kambing. Setelah kambing itu disembelih, tuannya berkata, "Wahai, Lukman. Kau ambillah bagian terbaik dari daging kambing itu untukmu."     Tanpa ragu, Lukman memilih hati dan lidah, lalu menyerahkan hasil sembelihannya.     Tuannya memandang heran, sebab masih banyak bagian daging lain yang tampak bisa saja lebih lezat dan berharga, namun Lukman hanya membawa dua bagian itu.      ***   Beberapa waktu kemudian, perintah serupa kembali datang. Setelah kambing itu disembelih, dipotong-potong. Kali ini tuannya meminta agar Lukman membawa dua bagian terburuk dari kambing yang disembelihnya.     "Wahai, Lukman. Untuk kali ini, kau ambillah bagian yang terburuk dari daging itu."     Lukman pun kembali memilih bagian yang sama, yaitu hati dan lidah. Keheranan tuannya semakin besar, karena apa yang dianggap t...

Kisah Mengapa Rasululla Mentalaq Hafsah

Gambar
 Di kisahkan dalam hidup Nabi Muhammad, beliau pernah men Talaq istrinya yaitu Hafshah binti Umar yaitu putri dari sahabat Nabi sendiri Umar bin Khattab.  Salah satu penyebab nya dan di katakan oleh para ulama karna sayyidah Hafshah punya sifat atau karakter Al unfu wal ghidhoh yaitu perempuan yang punya sifat tegas dan keras seperti mewarisi sifat ayah nya Umar yang tegas dan keras juga.  Pada suatu hari Mariah Al qibtiyah salah satu istri nabi yang lain, mendatangi Rosul ketika beliau di rumah Hafshah.  Saat itu hafsah sedang pergi mengunjungi ayah nya, ketika hafsah kembali pulang dan mengetahui ada mariah di rumahnya, ia pun marah karna cemburu.  Kemudian Rasulullah meminta maaf dan membujuk Hafsah agar merahasiakan nya kepada istri yang lain.  Namun karna rasa cemburunya Hafshah yang besar,lalu ia menceritakan nya kepada Aisyah. Hingga berita itupun menyebar kepada istri istri Rasul yang lain.  Mengetahui Hafshah yang tidak menjaga amanah dari Ras...

Nabi Yusuf AS - Kesedihan Karena Dikhianati

Gambar
  Nabi Yusuf AS - Kesedihan Karena Dikhianati Di dasar sumur yang gelap dan dingin itu, Nabi Yusuf AS duduk sendirian. Tubuhnya gemetar, bukan hanya karena dinginnya batu-batu lembap, tetapi karena hatinya hancur oleh pengkhianatan yang tak pernah ia bayangkan datang dari darah dagingnya sendiri. Beberapa saat lalu, mereka masih memanggilnya adik. Beberapa saat lalu, ia masih berjalan bersama mereka dengan harapan dan kepercayaan penuh. Namun kini, suara tawa dan langkah kaki para saudaranya menjauh, meninggalkannya di kedalaman sumur—seolah hidupnya tak lagi berharga. Air matanya jatuh satu per satu, membasahi tanah. Bukan karena takut mati, tetapi karena sakitnya dikhianati oleh orang yang paling ia cintai. Ia teringat wajah ayahnya, Nabi Ya’qub AS—pelukan hangat yang kini terasa begitu jauh. “Wahai Ayah…,” bisiknya lirih, “jika Engkau tahu betapa sepinya aku di sini…” Di atas sana, cahaya hanya masuk sedikit, memperlihatkan bayangan para saudaranya yang berdiri tanpa belas kasih...