Rindu Rasul
Oleh: ALR Jaya Bakti, 25 Spt 2026 Aku datang sedikit terlambat, ya Rasul... terlalu sedikit terlambat untuk berjalan di samping engkau di jalan-jalan sempit kota Madinah. Ketika aku lahir, abad telah lama memisahkan kita. Tak ada lagi suara sandalmu di pasir, tak ada lagi wajah teduhmu yang menyapa para sahabat dengan senyum penuh rahmat. Dan itu menyakitkan. Sebab bagaimana mungkin aku merindukan seseorang yang bahkan tak pernah kutemui. Kadang aku iri kepada Abu Bakar yang menemanimu dalam gua, iri kepada Bilal yang mendengar suaramu setiap hari, bahkan iri kepada angin Madinah yang pernah menyentuh jubahmu. Sedangkan aku. Hanya mampu mengenalmu dari cerita dan tetesan air mata. Malam-malam tertentu rinduku terasa begitu asing. Aku membaca sholawat perlahan, lalu tiba-tiba dadaku sesak seakan ada kerinduan besar yang tak mampu dijelaskan pada dunia. Andai waktu dapat dibelah. aku ingin hidup walau sehari saja di zamanmu. Aku ingin melihat bagaimana matamu menatap seoran...