Postingan

Siapakah Lukman al Hakim

Gambar
 📖Lukman al-Hakim      Pada suatu masa, Lukman al-Hakim diperintahkan oleh tuannya untuk menyembelih seekor kambing. Setelah kambing itu disembelih, tuannya berkata, "Wahai, Lukman. Kau ambillah bagian terbaik dari daging kambing itu untukmu."     Tanpa ragu, Lukman memilih hati dan lidah, lalu menyerahkan hasil sembelihannya.     Tuannya memandang heran, sebab masih banyak bagian daging lain yang tampak bisa saja lebih lezat dan berharga, namun Lukman hanya membawa dua bagian itu.      ***   Beberapa waktu kemudian, perintah serupa kembali datang. Setelah kambing itu disembelih, dipotong-potong. Kali ini tuannya meminta agar Lukman membawa dua bagian terburuk dari kambing yang disembelihnya.     "Wahai, Lukman. Untuk kali ini, kau ambillah bagian yang terburuk dari daging itu."     Lukman pun kembali memilih bagian yang sama, yaitu hati dan lidah. Keheranan tuannya semakin besar, karena apa yang dianggap t...

Kisah Mengapa Rasululla Mentalaq Hafsah

Gambar
 Di kisahkan dalam hidup Nabi Muhammad, beliau pernah men Talaq istrinya yaitu Hafshah binti Umar yaitu putri dari sahabat Nabi sendiri Umar bin Khattab.  Salah satu penyebab nya dan di katakan oleh para ulama karna sayyidah Hafshah punya sifat atau karakter Al unfu wal ghidhoh yaitu perempuan yang punya sifat tegas dan keras seperti mewarisi sifat ayah nya Umar yang tegas dan keras juga.  Pada suatu hari Mariah Al qibtiyah salah satu istri nabi yang lain, mendatangi Rosul ketika beliau di rumah Hafshah.  Saat itu hafsah sedang pergi mengunjungi ayah nya, ketika hafsah kembali pulang dan mengetahui ada mariah di rumahnya, ia pun marah karna cemburu.  Kemudian Rasulullah meminta maaf dan membujuk Hafsah agar merahasiakan nya kepada istri yang lain.  Namun karna rasa cemburunya Hafshah yang besar,lalu ia menceritakan nya kepada Aisyah. Hingga berita itupun menyebar kepada istri istri Rasul yang lain.  Mengetahui Hafshah yang tidak menjaga amanah dari Ras...

Nabi Yusuf AS - Kesedihan Karena Dikhianati

Gambar
  Nabi Yusuf AS - Kesedihan Karena Dikhianati Di dasar sumur yang gelap dan dingin itu, Nabi Yusuf AS duduk sendirian. Tubuhnya gemetar, bukan hanya karena dinginnya batu-batu lembap, tetapi karena hatinya hancur oleh pengkhianatan yang tak pernah ia bayangkan datang dari darah dagingnya sendiri. Beberapa saat lalu, mereka masih memanggilnya adik. Beberapa saat lalu, ia masih berjalan bersama mereka dengan harapan dan kepercayaan penuh. Namun kini, suara tawa dan langkah kaki para saudaranya menjauh, meninggalkannya di kedalaman sumur—seolah hidupnya tak lagi berharga. Air matanya jatuh satu per satu, membasahi tanah. Bukan karena takut mati, tetapi karena sakitnya dikhianati oleh orang yang paling ia cintai. Ia teringat wajah ayahnya, Nabi Ya’qub AS—pelukan hangat yang kini terasa begitu jauh. “Wahai Ayah…,” bisiknya lirih, “jika Engkau tahu betapa sepinya aku di sini…” Di atas sana, cahaya hanya masuk sedikit, memperlihatkan bayangan para saudaranya yang berdiri tanpa belas kasih...

Abu Dzar Al-Ghifari: Kejujuran yang Diteriakkan di Tengah Ancaman

Gambar
  Abu Dzar Al-Ghifari: Kejujuran yang Diteriakkan di Tengah Ancaman Di antara orang-orang yang paling awal memeluk Islam (as-sābiqūnal awwalūn) adalah sahabat mulia Abu Dzar al-Ghifari ra. Ia berasal dari bangsa Arab pedalaman, dikenal fasih dalam berbahasa, lugas dalam berbicara, dan manis tutur katanya. Ketika sampai kepadanya kabar bahwa Muhammad ﷺ telah diutus sebagai Rasul Allah ﷻ, Abu Dzar diliputi rasa ingin tahu yang besar. Ia berkata kepada saudara laki-lakinya, “Naikilah kendaraanmu dan pergilah ke lembah itu. Cari tahu tentang seorang laki-laki yang mengaku sebagai nabi yang menerima wahyu dari langit. Dengarkan ucapannya, lalu ceritakan semuanya kepadaku.” Saudaranya pun berangkat menuju Makkah. Ia mendengar langsung perkataan Rasulullah ﷺ, lalu kembali kepada Abu Dzar dan berkata, “Aku melihatnya menyeru manusia kepada akhlak yang mulia, dan ucapannya bukanlah syair.” Namun Abu Dzar menjawab, “Aku masih belum puas dengan penjelasanmu.” Maka Abu Dzar pun mempersiapkan b...

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN - Kisah Wali

Gambar
Ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di makkah yang menceritakan riwayat ini. Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka : “Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya. “Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya. “Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?” “Tidak satupun” Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?” Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu. “Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan selu...

Rahmat & Kebencian - Kisah Rasulullah

Gambar
Ketika Rahmat Lebih Besar Dari Kebencian Madinah hari itu tidak sepenuhnya berduka. Kabar wafatnya Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik yang paling sering menyakiti Rasulullah-menyebar cepat. Sebagian orang menarik napas lega. Lidah-lidah berbisik, "Akhirnya ia pergi." Tidak sedikit yang berharap jenazahnya dilewati tanpa doa, tanpa penghormatan. Abdullah bin Ubay bukan orang biasa. Dialah yang paling sering memecah barisan kaum Muslimin, menebar fitnah, dan melukai hati Rasulullah dengan kata-kata yang kejam. Dari dialah bermula banyak luka dalam sejarah Madinah. Namun ketika nyawanya benar-benar pergi, sesuatu yang tak disangka justru terjadi. Rasulullah berdiri. Beliau mendatangi jenazah itu. Bukan dengan wajah puas, bukan pula dengan dendam yang akhirnya terbalas. Hati Nabi tidak diciptakan untuk bersorak di atas keburukan orang lain. Ketika anak Abdullah bin Ubay datang meminta agar ayahnya dishalati, Rasulullah tidak menolak. Bahkan beliau meminta kain ka...

TIKAI & GEMURUH

Oleh: ALR, Jaya Bhakti 26 Nov 2024 Di kepalamu ada mendung Di pikiran ku hnya ada tanya ada apa? Kita bertikai di balik badainya isi kepala Tapi masih saja berharap berdamai dgn tawa Bagaikan kayu pondasi yang hendak runtuh Kita yang saling menguatkan  Sebenarnya malah saling melemahkan. Yang harusnya berdua sama-sama harus saling menguatkan Dalam berucap & bersikap. Malah terlalu saling dgn egoisme masing-masing tanpa mau saling menerima. Gemuruh cuaca mu masih saja melanda Pada diriku yang menjadi penghuninya Sampah sampah emosi & tak trima kenyataan kian bertebrangan dgn ucapan yang tak sewajarnya. Tutup mulut ku dalam Diam Yang menunggu jedanya dirimu berkata Luapkan saja. Asalkan tak ada benci & dendam yang membara, agar dirimu tak malah sengsara. Smua sepi menghening & tersisa degup angin Aku hnya berkata sabar & trima keadaanya. Kita hanyaLah penumpang dalam prahunya, Esok mau seprti apa juga tak bisa di terka, tapi yang perlu menjadi makna ...