Siapakah Lukman al Hakim


 📖Lukman al-Hakim


     Pada suatu masa, Lukman al-Hakim diperintahkan oleh tuannya untuk menyembelih seekor kambing. Setelah kambing itu disembelih, tuannya berkata, "Wahai, Lukman. Kau ambillah bagian terbaik dari daging kambing itu untukmu."

    Tanpa ragu, Lukman memilih hati dan lidah, lalu menyerahkan hasil sembelihannya.

    Tuannya memandang heran, sebab masih banyak bagian daging lain yang tampak bisa saja lebih lezat dan berharga, namun Lukman hanya membawa dua bagian itu.

     ***

  Beberapa waktu kemudian, perintah serupa kembali datang. Setelah kambing itu disembelih, dipotong-potong. Kali ini tuannya meminta agar Lukman membawa dua bagian terburuk dari kambing yang disembelihnya.

    "Wahai, Lukman. Untuk kali ini, kau ambillah bagian yang terburuk dari daging itu."

    Lukman pun kembali memilih bagian yang sama, yaitu hati dan lidah. Keheranan tuannya semakin besar, karena apa yang dianggap terbaik dan terburuk oleh Lukman ternyata berasal dari bagian yang sama. Akhirnya, tuannya pun bertanya, "Lukman, mengapa bagimu bagian yang terbaik dan terburuk sama saja, yaitu hati dan lidah?"


    Dengan tenang dan penuh hikmah, Lukman pun menjawab, "Hati dan lidah adalah bagian terbaik apabila keduanya baik, karena dari hati yang bersih lahir niat yang lurus, dan dari lidah yang terjaga keluar kata-kata yang menyejukkan. Namun, keduanya juga bisa menjadi bagian terburuk apabila rusak, sebab hati yang kotor melahirkan kebencian dan kesombongan, lalu lidah menjadi alat untuk menyakiti, memfitnah, dan merusak hubungan antar manusia."


     Sang Tuan pun tertegun, termenung sejenak, lalu tersenyum kepada Lukman. 

      Lukman tidak mengajarkan hikmah dengan kemarahan atau celaan, melainkan dengan contoh sederhana yang mudah dipahami. Dia menunjukkan bahwa baik dan buruknya manusia tidak selalu terlihat dari penampilan atau kedudukan, tetapi dari apa yang disimpan di dalam hati dan apa yang dikeluarkan melalui lidahnya.

     Hingga hari ini, kisah Lukman al-Hakim tersebut tetap hidup dan relevan. Ia mengingatkan bahwa sebelum sibuk memperbaiki dunia di luar diri, manusia perlu terlebih dahulu menjaga hatinya dan menahan lisannya, karena dari sanalah kebaikan atau kerusakan bermula.

 ***

    Kisah Lukman bukanlah dongeng. Benar-benar terjadi hingga Allah memberi tau kepada Nabi Muhammad ﷺ lewat firmanNya dalam Al-Quran Surah Luqman.  

    Dalam sejarah Islam, Lukman al-Hakim adalah sosok bijaksana yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an, ya, tepatnya pada Surah Luqman itu. Al-Qur’an menyebut bahwa Allah menganugerahkan kepada Lukman hikmah, yaitu kebijaksanaan yang mendalam dalam berpikir, bersikap, dan menasihati. 

    Fokus utama kisah Lukman bukan pada latar belakang kekuasaan, kenabian, atau status sosialnya, melainkan pada kualitas hikmah dan nasihat-nasihatnya yang sarat nilai tauhid, akhlak, dan pendidikan keluarga.

    Para ulama berbeda pendapat tentang status Lukman. Mayoritas ulama Ahlus Sunnah berpendapat bahwa dia bukan nabi, melainkan seorang hamba Allah yang saleh dan sangat bijaksana. Pendapat ini didasarkan pada redaksi Al-Qur’an yang menyebut bahwa dia diberi hikmah, bukan wahyu kenabian. Sebagian kecil ulama klasik memang pernah berpendapat bahwa dia adalah nabi, tetapi pendapat ini lemah dan tidak menjadi arus utama dalam tradisi keilmuan Islam Sunni.

     Riwayat-riwayat menyebutkan bahwa Lukman hidup pada masa Nabi Dawud ‘alaihis salam atau tidak lama setelahnya. Ada yang menyebut bahwa dia berasal dari Nubia (Sudan utara dan Mesir selatana) atau Habasyah(Ethiopia dan Eritrea), berkulit hitam, dan hidup sebagai orang biasa, bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa dia pernah menjadi budak atau pekerja sederhana. Penekanan para ulama terhadap riwayat-riwayat ini bertujuan untuk menegaskan bahwa kemuliaan Lukman tidak terletak pada asal-usul atau kedudukan duniawi, melainkan pada ketakwaan dan kebijaksanaan.

Postingan populer dari blog ini

HADIS TARBAWI

Biografi Ibnu Abbas dan Tafsir di riwayatkan Fairuzzabaddi

Teks ceramah pidato kuliah tujuh menit KULTUM