Kisah Mengapa Rasululla Mentalaq Hafsah


 Di kisahkan dalam hidup Nabi Muhammad, beliau pernah men Talaq istrinya yaitu Hafshah binti Umar yaitu putri dari sahabat Nabi sendiri Umar bin Khattab. 

Salah satu penyebab nya dan di katakan oleh para ulama karna sayyidah Hafshah punya sifat atau karakter Al unfu wal ghidhoh yaitu perempuan yang punya sifat tegas dan keras seperti mewarisi sifat ayah nya Umar yang tegas dan keras juga. 

Pada suatu hari Mariah Al qibtiyah salah satu istri nabi yang lain, mendatangi Rosul ketika beliau di rumah Hafshah. 

Saat itu hafsah sedang pergi mengunjungi ayah nya, ketika hafsah kembali pulang dan mengetahui ada mariah di rumahnya, ia pun marah karna cemburu. 

Kemudian Rasulullah meminta maaf dan membujuk Hafsah agar merahasiakan nya kepada istri yang lain. 

Namun karna rasa cemburunya Hafshah yang besar,lalu ia menceritakan nya kepada Aisyah. Hingga berita itupun menyebar kepada istri istri Rasul yang lain. 

Mengetahui Hafshah yang tidak menjaga amanah dari Rasul, beliau pun kecewa sehingga memberikan Talaq nya. 

Akhirnya Hafshah di kembalikan ke rumah orang tua nya. 

Mendengar hal itu Hafshah diam tak membela diri, ia mengakui kesalahan nya. Atas sikap diamnya itu Allah SWT tetap mengiringi dan merahmati di setiap langkah Hafshah. 

Peristiwa ini sebagaimana telah tercantum dalam surat At tahrim ayat 3.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذْ اَسَرَّ النَّبِيُّ اِلٰى بَعْضِ اَزْوَا جِهٖ حَدِيْثًا ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَتْ بِهٖ وَاَ ظْهَرَهُ اللّٰهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهٗ وَاَ عْرَضَ عَنْۢ بَعْضٍ ۚ فَلَمَّا نَـبَّاَهَا بِهٖ قَا لَتْ مَنْ اَنْۢبَاَ كَ هٰذَا ۗ قَا لَ نَـبَّاَنِيَ الْعَلِيْمُ الْخَبِیْرُ

"Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafshah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafshah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafshah), dia bertanya, "Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab, "Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Teliti."" (QS. At-Tahrim 66: Ayat 3)

Melihat situasi itu Umar bin Khattab mengerti apa yg telah terjadi. Tekanan yang di Terima Hafshah kembali lagi terjadi ketika ayahnya membela Rasulullah dan mengingatkan kembali akan kesalahan nya. Ucapan Umar bin Khattab di abadikan dalam surat At tahrim ayat 4 dan 5.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنْ تَتُوْبَاۤ اِلَى اللّٰهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوْبُكُمَا ۚ وَاِ نْ تَظٰهَرَا عَلَيْهِ فَاِ نَّ اللّٰهَ هُوَ مَوْلٰٮهُ وَجِبْرِيْلُ وَصَا لِحُ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ وَا لْمَلٰٓئِكَةُ بَعْدَ ذٰلِكَ ظَهِيْرٌ

"Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya." (QS. At-Tahrim 66: Ayat 4)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

عَسٰى رَبُّهٗۤ اِنْ طَلَّقَكُنَّ اَنْ يُّبْدِلَهٗۤ اَزْوَا جًا خَيْرًا مِّنْكُنَّ مُسْلِمٰتٍ مُّؤْمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰٓئِبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰٓئِحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبْكَا رًا

"Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang gadis.

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 5)

Dalam situasi itu hafsah tetap berdiam dan berserah diri kepada Allah. 

Kemudian Allah mengutus malaikat Jibril untuk mendatangi Rasulullah, malaikat Jibril berkata, 

"Rujuklah kepada hafsah sesungguhnya ia adalah wanita yang rajin puasa dan rajin shalat dan ia sudah di catat di lauhul mahfudz menjadi istrimu di syurga. 

Dan Rasulullah kemudian merujuk Hafshah kembali. 


Hikmah, 


• Islam memerintahkan kita agar memilih jodoh dengan melihat bibit, bebet dan bobot nya, dari kisah ini karna Allah melihat Umar sebagai orang yang soleh maka Allah selamatkan rumah tangga putrinya. 


• Kesholehan seorang istri pun adalah penyelamat kondisi rumah tangga dan dapat mempertahankan kelangsungan hidup berumah tangga. 


• Jika ada masalah dalam rumah tangga jika suami ingin men Talaq maka jangan terburu buru mengikuti hawa nafsu dengan langsung memberikan Talaq 3 . 


Postingan populer dari blog ini

HADIS TARBAWI

Biografi Ibnu Abbas dan Tafsir di riwayatkan Fairuzzabaddi

Teks ceramah pidato kuliah tujuh menit KULTUM