Mencintai Pasangan

 

Ungkapan yang di nisbatkan kepada Ibnu Arabi ini mengajak kita memandang cinta bukan sekadar perasaan yang membuat hati berbunga-bunga, melainkan jalan untuk mengenali kebesaran Allah melalui seseorang yang kita pilih sebagai pasangan. Di balik senyumnya, ada keindahan ciptaan-Nya. Di balik kelemahannya, ada sisi kemanusiaan yang perlu dipahami. Dan di balik kehadirannya dalam hidup kita, ada amanah untuk saling menjaga, bukan saling melukai.
Mencintai pasangan berarti belajar melihatnya lebih dalam daripada sekadar rupa, harta, atau kelebihan yang dimilikinya. Ia adalah manusia yang memiliki luka, ketakutan, kekurangan, dan harapan. Karena itu, cinta yang dewasa tidak menuntut kesempurnaan, tetapi menyediakan ruang untuk bertumbuh bersama. Bukan hanya menggenggam ketika bahagia, melainkan juga menguatkan ketika salah satu sedang kehilangan arah.
Menghormati pasangan merupakan bagian penting dari cinta. Sebab, seseorang yang benar-benar mencintai tidak akan menjadikan kedekatan sebagai alasan untuk merendahkan, mengendalikan, atau menyakiti. Ia menjaga lisannya ketika marah, menghargai perasaan ketika berbeda pendapat, dan tetap memperlakukan pasangannya dengan baik meski sedang kecewa. Cinta bukan hanya tentang seberapa besar rasa yang diucapkan, tetapi seberapa baik seseorang menjaga hati yang telah mempercayainya. Pada akhirnya, mencintai seseorang juga berarti menyadari bahwa ia bukan milik kita sepenuhnya. Ia adalah sesama hamba Allah yang dititipkan untuk saling menemani dalam perjalanan kehidupan. Kita tidak ditugaskan untuk membentuknya sesuai seluruh keinginan kita, melainkan belajar menerima, mengingatkan dengan kasih sayang, dan bertumbuh bersama dalam kebaikan. Jika benar mencintainya, jangan hanya kagumi wajahnya, tetapi hormati jiwanya. Jangan hanya bahagiakan hatinya dengan kata-kata, tetapi jaga ia melalui sikap dan kesetiaan. Sebab, cinta yang mendekatkan kita kepada Tuhan adalah cinta yang membuat kita semakin lembut, semakin bertanggung jawab, dan semakin mampu memuliakan manusia yang berjalan bersama kita. Wallahu 'Alam

Postingan populer dari blog ini

Biografi Ibnu Abbas dan Tafsir di riwayatkan Fairuzzabaddi

HADIS TARBAWI

Teks ceramah pidato kuliah tujuh menit KULTUM