Rindu Rasul
Oleh: ALR
Jaya Bakti, 25 Spt 2026Aku datang sedikit terlambat, ya Rasul...
terlalu sedikit terlambat untuk berjalan di samping engkau di jalan-jalan sempit kota Madinah.
Ketika aku lahir, abad telah lama memisahkan kita.
Tak ada lagi suara sandalmu di pasir, tak ada lagi wajah teduhmu yang menyapa para sahabat dengan senyum penuh rahmat.
Dan itu menyakitkan.
Sebab bagaimana mungkin aku merindukan seseorang yang bahkan tak pernah kutemui.
Kadang aku iri kepada Abu Bakar yang menemanimu dalam gua, iri kepada Bilal yang mendengar suaramu setiap hari, bahkan iri kepada angin Madinah yang pernah menyentuh jubahmu.
Sedangkan aku. Hanya mampu mengenalmu dari cerita dan tetesan air mata.
Malam-malam tertentu rinduku terasa begitu asing.
Aku membaca sholawat perlahan, lalu tiba-tiba dadaku sesak seakan ada kerinduan besar yang tak mampu dijelaskan pada dunia.
Andai waktu dapat dibelah.
aku ingin hidup walau sehari saja di zamanmu.
Aku ingin melihat bagaimana matamu menatap seorang miskin tanpa merendahkannya. Aku ingin mendengar langsung bagaimana lembut suaramu saat membaca ayat Tuhan di malam hari.
Dan mungkin. aku hanya akan duduk diam di dekatmu, tak banyak bicara, karena kehadiranmu saja sudah cukup menenangkan seluruh luka.
Wahai Nabi Allah, dunia setelah kepergianmu ternyata sangat bising. Manusia saling melukai atas nama kebenaran, hati menjadi keras, dan cinta terasa semakin langka.
Maka setiap aku mengenang mu Aku seperti mengenang rumah yang belum pernah ku tinggali. Tapi sangat ku rindukan.
Aku takut, Ya Rasulullah . . .
Takut, jika kelak di hari akhir
Engkau tak mengenali wajah ku
Karna terlalu sedikit sholawat ku
Dan terlalu banyak dosa ku
Tapi aku tau,
engkau manusia yang paling lembut hatinya
Karna itu aku datang.
membawa rindu yang amat berantakan ini
Membawa hati yang penuh noda
Berharap nama ku masih tertulis
Sebagai bagian dari ummat mu.
Dan jika suatu hari nanti Allah mengizinkan
Bertemu dengan engkau.
Mungkin hanya bisa menangis tanpa mampu berucap sepatah kata. Sebab, setelah sekian lama merindu
Akhirnya aku pulang. Kepada sosok Yang paling aku cinta