PASANGAN & MASA LALU
11 Maret 2026
Oleh: ALR
Memiliki pasangan ialah anugrah yang paling besar, Tiada yang terindah selain dri pada anugrah itu. Umumnya setelah memiliki di budayakan merawat & menjaga, di harus saling mengerti & memahami. Bahkan dri pda itu menjaga sikap & ucap agar tak melukai. Jika yang pasangan kau miliki saat ini Pernah melalui hal yang sangat berat di masa sebelumnya. Cukup peluk erat & berat dirinya, tak perlu kau tanyakan masa lalunya, cukup buktikan bahwa memilih mu ialah kebenaran terbaik yang pernah ada.Teruntuk seorang yang pernah menggores luka pada lenggannya. Percayalah, luka bersimbah darah sudah tak berarti lagi bagi dirinya. Baginya dunia ini sudah tak begitu menarik lagi untuk di kecup & kecap manisnya. Karna ia sudah menyaksikan nerakanya dunia dalam penderitaan yang ia lalui. Semua terasa hambar, terasa gelap tanpa arti yang ada dalam hati. Sampai sosok itu datang membawa arti.
Semua ini bukan tentang siapa paling dalam merasakan lara. Bukan tentang siapa yang paling jauh merasakan duka.
Justru malah sebaliknya, ini tentang rasa syukur akan anugrah yang di rasa. Dari orang yang pernah Terlara oleh duka.
Teruntuk mu yang masih membersamai Terimakasih masih mau menerima orang yang seperti ini, jauh dari expektasi yang kau mau, bahkan jauh dari sempurna.
Akan tetapi pasangan yang terbaik bukan di temukan. Akan tetapi, di bentuk & tumbuh bersama. Diri yang introvert ajarkan untuk extrovert agar mudah bersosial. Diri yang mudah marah, ajarkan agar jadi ramah. Layaknya sepasang sandal yang melangkah. Satu kanan & satu lagi kiri, saat yang kanan depan melangkah. Yang kiri bukannya mundur, melainkan bertahan pada pijakan agar mampu melangkah lebih jauh lagi. Saat ada salah ayo di perbaiki kemudian evaluasi & Saat ada yang harus di pertahankan mari melangkah untuk kebahagiaan yang dalam lagi
Adapun ada pada titik terbaik dari versi terbaik dari diri kita masing-masing. Itu semua bukan berasal dari kata AKU melainkan berkat dari DIA. Aku buruntung punya dia & aku beruntung sang pemilik Semesta mempertemukannya.
Teruntuk mu yang masih membersamai Terimakasih masih mau menerima orang yang seperti ini, jauh dari expektasi yang kau mau, bahkan jauh dari sempurna.
Akan tetapi pasangan yang terbaik bukan di temukan. Akan tetapi, di bentuk & tumbuh bersama. Diri yang introvert ajarkan untuk extrovert agar mudah bersosial. Diri yang mudah marah, ajarkan agar jadi ramah. Layaknya sepasang sandal yang melangkah. Satu kanan & satu lagi kiri, saat yang kanan depan melangkah. Yang kiri bukannya mundur, melainkan bertahan pada pijakan agar mampu melangkah lebih jauh lagi. Saat ada salah ayo di perbaiki kemudian evaluasi & Saat ada yang harus di pertahankan mari melangkah untuk kebahagiaan yang dalam lagi
Adapun ada pada titik terbaik dari versi terbaik dari diri kita masing-masing. Itu semua bukan berasal dari kata AKU melainkan berkat dari DIA. Aku buruntung punya dia & aku beruntung sang pemilik Semesta mempertemukannya.