Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

PENGERTIAN Syi'ah Terkait Sejarah dan Pemahamanya

Muhammad bin Ahmad Abu Al-Fatah Asy-Syarastani Asy-Syafai’i (474-548 H), selanjutnya disebut Syarastani sempena mengambil nama tempat kelahirannya. Tokoh yang sedang penulis bahas adalah pakar ragam ilmu, namun para sejarawan sepakat bahwa spesifikasi keilmuan Syarastani ada pada Ilmu Perbandingan Agama yang merupakan bagian dari Ilmu Kalam (theology). Diriwayatkan bahwa semenjak kecil Syarastani sudah ‘gila ilmu’ dan gemar melakukan penelitian, sebuah kegiatan yang lazimnya dilakukan oleh para mahasiswa dewasa ini. Modal utama Syarastani adalah ketekunan dan kecerdasan. Ketika memaparkan hasil penelitiannya, ia sangat moderat, tidak emosional, dan argumen-ergumennya selalu disertai dengan hujah-hujah yang kuat, hal itu menunjukkan bahwa dirinya memang menguasai masalah yang ia teliti. Salah satu kebiasaan para ulama dari dulu hingga kini, dari Maroko hingga Merauke adalah gemar mengembara, karena dengan itu mereka dapat pengalaman dan ilmu sekaligus, kita kenal bahwa pengalaman ada...

Positivisme Logis :Ayer (1910-1989)

Positivisme Logis :Ayer (1910-1989) 1.       Positivisme Logis Ayer Positivisme logis merupakan salah satu aliran baru dalam perkembangan filsafat di abad 20-an. Persamaan positivisme kalsik dan positivisme logis ialah keduanya sama-sama menjungjung tinggi sains dan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuan yang objektif-rasional. Sedangkan perbedaannya adalah apabila positivisme klasik lebih menaruh  perhatian pada bidang pengaturan social masyarakat secara ilmiah dan adanya gerak kemajuan evolutif dalam alam, maka positivisme logis lebih memfokuskan diri pada logika dan bahasa sains. Filsafat menurut positivisme logis harus bertindak sebagai hamba sains. Fungsi pokok filsafat bagi positivisme logis ialah melakukan kajian sains tentang metodologi sains dan melakukan klarifikasi sehingga kerancuan dalam penggunaan bahasa dapat dihindarkan . [1] Dalam positivisme logis perhatian yang paling utama difokuskan pada masalah adanya garis demarkasi (garis...

PERKEMBANGAN KONSEP REALITAS SOSIAL SEPANJANG SEJARAH TAHAP DINAMIS HISTORIS (FILSUF POSITIVIS) AUGUSTE COMTE

KATA PENGANTAR             Puji dan syukur kami haturkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW., yang telah membawa kita semua ke jalan kebenaran yang dir i dhoi Allah SWT.             Maksud kami membuat makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Sosial yang diamanatkan oleh dosen. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak kek u r a ngan baik dalam cara penulisan maupun di dalam isi.             Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat, khususnya bagi kami yang membuat dan umumnya bagi yang membaca makalah ini untuk menambah pengetahuan tentang Filsafat Sosial. DAFTAR ISI I.     ...